Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal

Pengertian, Perbedaan Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal
Daftar Isi Artikel []
Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal - Jenis pendidikan non formal, formal, dan informal dengan penjelasan pengertian, perbedaan, fungsi dan contohnya.

Pengertian Pendidikan Formal

Apa itu pendidikan formal? Pendidikan formal adalah salah satu jenis pendidikan bersyarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan pelaksanaan yang terstruktur dan berjenjang di sekolah.

Sekolah sendiri adalah sebuah lembaga pendidikan formal yang berkembang dalam masyarakat yang memiliki tujuan untuk memberi pelayanan pendidikan kepada generasi penerus bangsa dan warga negara.

Pendidikan formal memiliki jenjang yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.

Baca juga: Pengertian Pendidikan.

Ciri-Ciri Pendidikan Formal

Adapun beberapa karakteristik atau ciri-ciri pendidikan formal adalah sebagai berikut:

  • Diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta,
  • Pemberlakukan administrasinya seragam.
  • Proses pendidikannya cukup lama.
  • Pendidikan formal memiliki kurikulum yang jelas,
  • Pengajar pada pendidikan formal harus memenuhi klasifikasi tertentu,
  • Peserta didik harus memenuhi syarat dan mengikuti ujian formal,
  • Materi pembelajaran yang diterapkan/dipakai bersifat akademis.

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Formal

Secara umum, tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mendidik manusia agar mempunyai berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, serta memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik.

Adapun beberapa tujuan dari pendidikan formal adalah sebagai berikut:

1. Melatih Kemampuan Akademis
Seseorang dengan kemampuan akademis seperti logika, menghafal, menganalisa, dan memecahkan masalah yang baik umumnya memiliki kehidupan yang lebih baik pula.

2. Melatih Mental, Fisik, dan Disiplin
Peraturan dan proses belajar yang diterapkan pada pendidikan formal secara tidak langsung dapat melatih kedisiplinan serta membetuk mental dan fisik para peserta didik menjadi lebih baik.

3. Melatih Tanggung Jawab
Peraturan dan tugas yang diberikan oleh pendidik mengajarkan soal tanggung jawab peserta didik.

4. Membentuk Identitas Diri
Seorang yang mempunyai riwayat pendidikan formal tinggi umumnya lebih berpeluang mendapatkan suatu kedudukan yang baik.

5. Mengembangkan Diri dan Kreativitas
Adanya program esktrakurikuler dan pelajaran seni di sekolah dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitas masing-masing peserta didik.

6. Membangun Jiwa Sosial
Interaksi antar individu di lingkungan sekolah juga akan memperluas hubungan sosial seorang siswa.

Contoh Pendidikan Formal

Adapun satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal adalah sebagai berikut:

  • Raudatul Athfal (RA)
  • Taman Kanak-kanak (TK)
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Sekolah Dasar (SD)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  • Perguruan tinggi (Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, Unversitas)

Pengertian Pendidikan Informal

Apa itu pendidikan informal? Pengertian pendidikan informal adalah jalur pendidikan yang dilakukan secara mandiri pada lingkungan masyarakat, khususnya keluarga.

Pendidikan formal diberikan sejak lahir dan sepanjang hayat untuk membentuk watak, kebiasaan, dan oerilaku setiap individu.

Ciri-Ciri Pendidikan Informal

Pendidikan informal bisa diketahui dengan mengenal karakteristiknya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri pendidikan informal;

  • Tidak ada persyaratan khusus,
  • Tidak ada ujian,
  • Prosesnya dilakukan di lingkungan sekitar,
  • Tidak adanya jenjang pendidikan dan kurikulum yang berlaku,
  • Prosesnya pembelajaran tidak memiliki manajemen yang jelas, namun dilakukan secara terus menerus,
  • Peran guru pada pendidikan informal adalah orang tua,

Fungsi dan Peranan Pendidikan Informal

Mengacu pada pengertian pendidikan informal, fungsi dan peranan dari pendidikan informal adalah untuk membentuk karakter dan kepribadian tiap individu.

Beberapa fungsi pendidikan informal adalah sebagai berikut;

  • Membantu untuk meningkatkan belajar anak pada pendidikan formal atau non formal,
  • Membantu pertumbuhan fisik dan mental dalam masyarakat,
  • Membentuk kepribadian anak,
  • Memotivasi anak agar mampu mengembangkan potensi atau bakat yang ada dalam dirinya,
  • Membantu anak didik agar bisa mandiri,

Dalam pendidikan informal, orang tua memiliki fungsi yang berperan sebagai:

  • Inovator,
  • Motivator,
  • Pendidik,
  • Pengontrol,
  • Pemberi fasilitas,
  • Pembimbing,
  • Teladan,

Contoh Pendidikan Informal

Seperti yang disebutkan pada penjelasan di atas, bahwa proses penyelenggaraan pendidikan ini dilakukan oleh keluarga dan lingkungan.

Adapun beberapa contoh jalur pendidikan ini adalah sebagai berikut;

  • Pendidikan agama,
  • Pendidikan budi pekerti,
  • Pendidikan etika,
  • Pendidikan moral,
  • Penddidikan sopan santun.

Pengertian Pendidikan Non Formal

Apa pengertian dari pendidikan non formal? Pengertian pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Pendidikan non formal mempunyai tujuan untuk mengganti, menambah, dan melengkapi pendidikan formal. Pendidikan ini dapat diselenggarakan oleh lembaga khusus yang ditunjuk oleh pemerintah dengan berpedoman pada standar nasional pendidikan.

Oleh karena itu, hasil pendidikan non formal juga bisa dihargai setara dengan pendidikan formal.

Tujuan Pendidikan Non Formal

Mengacu pada pengertiannya, tujuan pendidikan non formal adalah untuk mengganti dan/atau melengkapi pendidikan formal.

Dengan mendapatkan pendidikan tambahan di luar sekolah, setiap individu dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang bermanfaat bagi dirinya.

Satuan dan Contoh Pendidikan Non Formal

Jalur pendidikan non formal dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya:

1. Lembaga Kursus dan Pelatihan
Lembaga kursus dan pelatihan diselenggarakan oleh sekelompok masyarakat untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental tertentu kepada peserta didik.

Contoh;
  • Lembaga kursus memasak,
  • Lembaga kursus SEO,
  • Lembaga kursus kesenian,

2. Kelompok Belajar
Kelompok belajar terdiri atas sekumpulan individu yang saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan satu sama lain. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu dan taraf hidup dari setiap anggotanya.

3. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah kegiatan belajar yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, hobi, dan bakat agar memiliki peran aktif dalam lingkungan.

4. Majlis Ta’lim
Majlis Ta’lim memiliki fungsi yang hampir sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, namun lebih spesifim lagi, yaitu terkait ajaran agama Islam.

Contoh;
  • Kelompok Yasinan
  • Kelompok pengajian
  • Pengajian kitab kuning
  • Salafiah
  • Dan lain-lain

5. Satuan Pendidikan Sejenis
Satuan pendidika sejenis memiliki cakupan luas dan memerlukan landasan hukum.

Contoh;
  • Pra sekolah (Bimbel, PAUD, TK)
  • Pesantren,
  • Padepokan,
  • Sanggar kesenian

Diatas tadi merupakan pembahasan terkait perbedaan pendidikan formal, non formal, dan informal. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan terkait pendidikan bagi pembaca semua, terimakasih.