Pengertian Cerpen

Pengertian CERPEN Adalah: Ciri, Struktur, Unsur, & Contoh Cerpen Singkat
Daftar Isi Artikel []
Pengertian Cerpen - Pengertian cerpen adalah sebuah karya sastra bebas (prosa) yang sifatnya khayalan (fiktif), yang ditulis secara sederhana, singkat, dan jelas. Umumnya, isi cerpen hanya fokus pada satu tokoh dengan situasi dan kondisi tertentu.

A. Pengertian Cerpen Adalah

Gambar Pengertian Cerpen Adalah
Pengertian Cerpen | sumber: russkiymir.ru

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

1. Turayev Dalam Regina Bernadette

Cerita pendek bentuk karya sastra naratif yang menampilkan cerminan sebuah episode dalam kehidupan seorang tokoh.

2. H. B. Jassin

Mengatakan bahwa cerita pendek ialah sebuah cerita pendek yang harus memiliki bagian yang paling penting dari pendahuluan dan penyelesaian sengketa.

3. Saini

Cerpen merupakan cerita pendek fiksi atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dimana cerita ini relatif singkat.

4. Aoh. K.H

Cerpen yang merupakan salah satu cerita pendek yang ditulis oleh fiksi atau fantasi disebut dengan naratif prosa pendek.

B. Ciri-Ciri Cerpen

Gambar 5 Ciri Ciri Cerpen

Ada lebih dari 5 ciri-ciri cerpen atau karakteristik cerpen yang bisa kamu ketahui, diantaranya:

  1. Bersifat fiktif/fiksi (khayalan).
  2. Dapat selesai dibaca dalam sekali duduk (kurang dari 10.000 kata).
  3. Ceritanya bersumber dari kehidupan sehari-hari.
  4. Penokohannya sangat sederhana.
  5. Penggunaan gaya bahasanya mudah dipahami.
  6. Kesan dan pesan yang disampaikan oleh penulis cerpen sangat dalam, sehingga pembaca ikut merasakan isi ceritanya.

C. Struktur Cerpen

Gambar Penjelasan Struktur Cerpen

1. Macam Macam Struktur Cerpen

Ada 6 struktur cerpen, yaitu: abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Dibawah adalah penjelasan lengkap dengan contoh dari masing-masing struktur cerpen:

a. Abstrak

Abstrak adalah ringkasan inti cerita yang berfungsi sebagai gambaran awal cerpen itu sendiri, sifatnya adalah opsional. Jadi, sebuah cerpen bisa saja memiliki abstrak, bisa juga tidak.

b. Orientasi

Orientasi cerpen berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan waktu, suasana, dan latar tempat. Orientasi tidak terpaku pada satu tempat, suasana dan waktu jika jumlah kejadian dan tokohnya lebih dari satu.

c. Komplikasi

Komplikasi adalah urutan kejadian yang dihubungkan berdasar sebab dan akibat. Disini, kita dapat mengetahui watak dan karakter dari setiap tokoh.

d. Evaluasi

Evaluasi yakni bagian cerita yang ditandai dengan adanya konflik yang mulai mengarah ke penyelesaiannya.

e. Resolusi

Resolusi adalah bagian cerpen yang berisi solusi atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi tokoh.

f. Koda

Koda adalah bagian cerpen dimana didalamnya mengandung pesan moral yang bisa diambil oleh pembaca.

D. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Gambar Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen
Unsur Cerpen | sumber: merdeka.com

1. Unsur Intrinsik

Apa itu unsur intrinsik cerpen? Pengertian unsur intrinsik cerpen adalah unsur-unsur pembentuk cerpen yang bersumber dari dalam.

Setiap unsur instrinsik cerpen memiliki fungsi yang berkaitan, oleh katena itu semua unsur instrinsik harus ada di dalam sebuah cerpen, berikut penjelasannya:

a. Tema Cerpen

Tema adalah ide, atau gagasan utama yang melatarbelakangi semua isi ceritanya. Dengan kata lain, tema cerpen diibaratkan sebagai ruh atau nyawa sebuah cerpen

b. Tokoh Cerpen

Unsur instrinsik cerpen yang kedua yakni tokoh, di dalam cerpen, tokoh adalah para pemain atau orang-orang yang terlibat di dalam cerita.

Di dalam setiap cerita pendek terdapat dua jenis tokoh, yaitu tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama adalah tokoh yang berinteraksi langsung dengan konflik. Sedangkan tokoh pembantu adalah tokoh yang diungkapkan dalam cerpen, namun tidak terlibat langsung dengan konflik.

Ada 4 watak tokoh yang digambarkan di dalam cerita pendek, yaitu:
Tokoh Protagonis, adalah tokoh yang memiliki karakter baik dan umumnya berperan sebagai tokoh utama dalam cerpen.
Tokoh Antagonis, adalah tokoh yang memiliki karakter jahat. Tokoh antagonis umumnya berinteraksi langsung dengan tokoh utama.
Tokoh Tritagonis, yaitu tokoh yang memiliki sikap dan karakter penengah. Biasanya tokoh tritagonis berperan sebagai orang bijak dan mediator antara protagonis dan antagonis.
Figuran, yaitu tokoh pendukung/ pembantu dan jarang muncul di dalam cerpen. Namun, tokoh figuran dapat memberikan warna dan nuansa tersendiri pada cerpen sehingga menjadi lebih hidup.

c. Penokohan Dalam Cerpen

Unsur penokohan berhubungan dengan tokoh di dalam cerpen. Jika tokoh cerpen adalah para pelaku di dalam cerpen, sedangkan penokohan adalah karakter atau watak tokoh tersebut.

Penokohan dalam cerpen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Analitik, yaitu cara menjelaskan watak dan karakter tokoh dengan memberitahukan kepada pembaca secara langsung. Misalnya, pekerja keras, pengecut, pembohong, dan lain-lain.
Dramatik, adalab cara menjelaskan sifat dan karakter tokoh secara tersirat. Umumnya disampaikan melalui tingkah laku tokoh di dalam cerpen.

d. Alur/ Plot Cerpen

Alur atau Plot adalah unsur intrinsik cerpen yang menjelaskan mengenai rangkaian peristiwa yang disampaikan oleh pengarang untuk membentuk cerita dalam cerpen. Berikut ini adalah tahapan yang sering digunakan pengarah:
  • Tahap perkenalan, yaitu tahapan pengenalan tokoh dan latar dalam cerpen.
  • Tahap kemunculan konflik, yaitu tahapan dimana konflik atau permasalahan mulai muncul dalam cerpen.
  • Tahap klimaks, yaitu tahapan dimana konflik berada pada titik puncak. Biasanya pada tahap ini tokoh utama mengalami kebingungan atau sedih.
  • Tahap peleraian, yaitu tahap dimana permasalahan mulai mereda dan terdapat solusi yang diambil oleh tokoh utama.
  • Tahap penyelesaian, yaitu tahap akhir pada sebuah cerita pendek. Umumnya tahap ini berakhir dengan kebahagiaan (happy ending).
Tahapan-tahapan tersebut diataur dalam alur jalan cerita, alur cerita dapat membuat cerpen lebih menarik dan membuat pembaca penasaran.

Alur maju, yaitu rangkaian cerita yang bergerak secara berurutan dimana urutannya adalah pengenalan, munculnya masalah/ konflik, klimaks, peleraian, dan penyelesaian.
Alur mundur, yaitu rangkaian cerita yang bergerak secara tidak berurutan. Pada alur mundur biasanya pengarang membuatnya dengan memunculkan konflik terlebih dahulu. Selanjutnya, terlihat beberapa peristiwa yang menjadi sebab-akibat munculnya konflik tersebut.

e. Latar (Setting)

Latar/ setting adalah unsur intrinsik cerpen yang menjelaskan tentang tempat, waktu, dan suasana di dalam cerpen.
Latar tempat, yaitu tempat-tempat yang disinggahi oleh tokoh di dalam cerpen. Misalnya di jalan, di kamar, di sawah, dan tempat-tempat lainnya.
Latar waktu, yaitu keterangan mengenai waktu terjadinya peristiwa yang dialami oleh tokoh. Misalnya, pagi hari, siang hari, 10 tahun lalu.
Latar suasana, yaitu keterangan mengenai gambaran suasana dalam cerpen yang mempengaruhi perasaan para tokoh. Misalnya, suasananya sangat mencekam.

f. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan posisi seorang penulis di dalam cerpen. Dalam hal ini, penulis cerpen dapat berperan sebagai orang pertama atau ketiga di dalam sebuah cerita pendek.
Sudut pandang orang pertama, yaitu cara seorang penulis menceritakan suatu cerpen dengan memakai kata ganti “Aku”. Dengan kata lain, tokoh utama di dalam cerpen tersebut adalah penulis itu sendiri.
Sudut pandang orang ketiga, yaitu cara seorang penulis menceritakan suatu cerpen dengan memakai kata ganti “Dia”. Artinya, tokoh utama dalam cerpen adalah fiktif atau hasil imajinasi si penulis.

g. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan unsur intrinsik cerpen yang berfungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik. Misalnya dengan menggunakan majas, penggunaan diksi, dan cara merangkai kata di dalam cerpen.

h. Amanat/ Pesan Cerpen

Amanat dalam cerpen adalah pesan moral atau pelajaran di dalam cerita pendek yang dapat diambil oleh para pembacanya. Pada umumnya, amanat (moral values) di dalam cerpen tidak tersurat di dalam cerpen, tapi disampaikan secara tersirat melalui isi cerita. Tentu saja hal ini tergantung pada pemahaman dari pembaca cerpen itu sendiri.

2. Unsur Ekstrinsik

Apa itu unsur ekstrinsik cerpen? Pengertian unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur pembentuk cerita pendek yang berasal dari luar.

Walaupun berasal dari luar cerpen, unsur ekstrinsik
Berikut ini adalah beberapa unsur ekstrinsik yang ada di dalam cerita pendek:

a. Latar Belakang Pengarang

Unsur ekstrinsik cerpen yang mempengaruhi suatu cerita pendek adalah latar belakang penulis cerpen. Beberapa faktor yang menjadi latar belakang penulis yaitu:
  1. Riwayat Hidup Penulis
  2. Kondisi Psikologis Penulis
  3. Aliran Sastra Penulis

b. Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah unsur ekstrinsik cerpen yang berasal dari kondisi lingkungan masyarakat dimana penulis berada sehingga mempengaruhi penulis dalam membuat karyanya.

Beberapa hal yang termasuk dalam latar belakang masyarakat tersebut adalah:
  1. Ideologi Suatu Negara
  2. Kondisi Politik Suatu Negara
  3. Kondisi Ekonomi Suatu Negara
  4. Kondisi Sosial Suatu Negara

c. Nilai/ Norma di Masyarakat

Nilai atau norma yang berlaku di masyarakat juga merupakan unsur ekstrinsik cerpen yang mempengaruhi proses penciptaan sebuah cerita pendek. Seringkali nilai/ norma tersebut melatarbelakangi pembuatan suatu cerpen
  1. Nilai Sosial
  2. Nilai Moral
  3. Nilai Budaya

E. Kaidah Kebahasaan Cerpen

Pengertian Kaidah Kebahasan Cerpen Dan Contohnya Lengkap
Kaidah kebahasan Cerpen | sumber: duniapendidikan.co.id

Kaidah kebahasaan cerpen dapat pula disebut sebagai ciri atau karakteristik karangan cerita pendek dari segi penggunaan bahasa. Kaidah tersebut mengatur cara pengarang dalam menyusun sebuah cerpen. Umumnya, karangan teks berupa cerita pendek memuat kaidah-kaidah bahasa berikut ini.

1. Penggunaan Kata Sifat

Kaidah kebahasaan cerpen yang pertama adalah penggunaan kata sifat. Kata sifat digunakan untuk mendeskripsikan kepribadian atau penampilan tokoh dalam cerpen.

2. Penggunaan Kata Keterangan

Kata keterangan berfungsi untuk mendeskripsikan latar waktu tempat pada cerpen. Contoh: Pagi hari di sawah yang luas, siang hari di pinggir jalan, dan lain sebagainya.

3. Penggunaan Kalimat Langsung/Tidak Langsung

Kalimat langsung dan tidak langsung digunakan untuk menuliskan percakapan antar tokoh di dalam cerpen.

4. Gaya Bahasa

Kaidah kebahasaan cerpen yang keempat adalah gaya bahasa atau majas. Sebuah cerpen seringkali menggunakan majas untuk memperkaya keindahan cerita teraebut. Paling sering digunakan adalah majas yang memiliki sifat konotasi, misalnya: buah bibir, bunga desa, sebatang kara, kutu buku, Dan lain-lain.

5. Bahasa Tidak Baku

Kaidah kebahasaan cerpen yang terakhir adalah menggunakan bahasa sehari-hari, santai, atau tidak baku. Tujuannya bukan tidak lain agar pembaca tidak terlalu tegang, dan lebih merasakan isi ceritanya.

F. Jenis Jenis Cerpen

Jenis Jenis Cerpen | sumber: maxmanroe.com

1. Jenis Cerpen Berdasarkan Jumlah Kata

Berdasarkan jumlah katanya, cerpen dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :
  1. Cerpen mini (flash), cerpen yang memiliki jumlah kata antara 750 sampai 1.000 kata.
  2. Cerpen ideal, cerpen dengan 3.000 sampai 4.000 kata.
  3. Cerpen panjang, cerpen ini merupakan jenis cerpen terpanjang yakni 10.000 kata.

2. Jenis Cerpen Berdasarkan Teknik Mengarangnya

Berikut adalah jenis-jenis cerpen berdasarkan teknik mengarangnya:
  1. Cerpen sempurna (perfect/well made short-story)
    Cerpen sempurna adalah cerita pendek yang fokus pada suatu tema dengan alur yang jelas, serta memiliki ending yang mudah dimengerti pembaca. Umumnya, sifat cerpen sempurna adalah konvensional dan berdasarkan sebuah kenyataan.
  2. Cerpen tak utuh (Slice of life short-story)
    Cerita pendek tak utuh adalah cerpen yang tidak terfokus hanya pada satu tema saja. Artinya, beberapa tema dalam cerpen, plotnya yang tidak beraturan, terkadang juga dibuat mengambang.

    Bagi orang awam, cerpen jenis ini mungkin akan membingungkan, perlu dibaca lebih dari sekali untuk memahami isinya.

    Sifat cerpen tak utuk adalah kontemporer dan ditulis berdasarkan ide-ide atau gagasan yang orisinal, sehingga lazim disebut dengan cerpen ide atau cerpen gagasan.

G. Tujuan dan Fungsi Cerpen

Contoh Tujuan Dan Fungsi Sastra Para Cerpen Dalam Kehidupan Sehari-hari
Tujuan dan Fungsi Cerpen | sumber: okezone.com

1. Tujuan Cerpen

Ada tiga tujuan menulis cerpen, berikut ini penjelasannya:

a. Pengembangan Kreativitas dan Ide

Tujuan menulis cerpen adalah sebagai sarana untuk pengembangan ide dan kreativitas. Bagaimana tidak, menulis adalah kegiatan ampuh yang bermanfaat untuk Meningkatkan ide dan kreativitas, cerpen adalah salah satunya.

b. Pengungkapan Perasaan Penulis

Sastra selalu identik dengan ungkapan perasaan dan pikiran pengarang tentang hidup. Karya sastra yang diciptakan seorang pengarang adalah gambaran dan kepekaan terhadap apa yang dialaminya dalam kehidupan.

c. Penyampaian Pesan atau Amanat

Terakhir, cerpen memiliki tujuan sebagai sarana penulis untuk menyampaikan pesan/ amanat kepada siapapun yang membaca cerpen tersebut, tujuan ini pasti ada, karena menjadi salah satu unsur intrinsik cerpen.

Penulis bebas untuk menggunakan teknik tersirat atau tersurat (secara langsung) dalam menyampaikan amanat. Jadi, si pembaca harus membaca dan memahami keseluruhan isi cerpen.

2. Fungsi Cerpen

Adapun fungsi sastra dalam cerpen, yakni sebagai berikut:
  1. Fungsi rekreatif, yaitu fungsi sastra yang menimbulkan perasaan rileks, senang, gembira, dan menghibur saat sedang dan/atau setelah dibaca.
  2. Fungsi didaktif, yaitu fungsi yang mengedukasi pembaca berkat nilai kebaikan dalam cerpen.
  3. Fungsi estetis, fungsi memberikan keindahan pada penikmat/pembaca cerpen.
  4. Fungsi moralitas, yaitu fungsi sastra berisi nilai moral agar pembaca cerpen mengetahui baik tidaknya suatu moral(ajaran).
  5. Fungsi religiusitas, yakni fungsi cerpen yang mengandung ajaran agama yang bisa diteladani pembaca.

Contoh Cerpen Singkat Bahasa Indonesia Tentang Sekolah (+Struktur Dan Unsurnya)

Contoh Cerpen Pendidikan Singkat Dengan Struktur Dan Unsurnya
Contoh Cerpen Tema Pendidikan | sumber: jejakpublisher.com

Contoh Cerpen Pendidikan Dan Persahabatan Singkat

Si Miskin Bersekolah

Oleh Indah Tri Lestari

Sudah delapan bulan Yahya masih saja teringat dengan ayah nya yang meninggal karena kanker yang dideritanya, Yahya adalah anak petani buta huruf yang harus memikirkan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhannya.

Kini Yahya hanya tinggal bersama dengan ibunda tercintanya. Tinggal di gubuk bambu yang sangat minim dan harus melakukan lagi renovasi. Di desa Pagarbanyu, dan pada saat itu belum ada listrik di desa tersebut.

Pada saat malam Yahya hanya bisa membaca buku yang ditemukan d tumpukan tempat sampah pinggir sekolah dan hanya di sinari oleh lampu minyak yang memberikan cahaya merah di mukanya.

Sedangkan Ibunya yang selalu menemani sang anak tercinta dengan menyanding sepotong obat nyamuk bakar agar anaknya dapat fokus dalam membacanya.

Pagi itu, Yahya ingin sekali bersekolah, tetapi dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi, Yahya sementara itu tidak bisa melanjutkan sekolah. Ibunya yang sehari-hari mencari nafkah dengan bekerja di sawah milik juragan Toni.

“Bu kapan aku bisa sekolah seperti teman-teman yang lain?” kata Yahya dengan menatap ibunya dengan penuh harapan. “Sabar ya nak, nanti kalau tabungan ibu udah cukup buat biaya sekolah Yahya, secepatnya Yahya bisa sekolah..” katanya.

Dengan melihat ibunya bekerja keras demi membantu ekonomi keluarganya, Yahya hanya bisa membantu ibunya bekerja disawah.

Semenjak ayahnya meninggal, ekonomi keluarga Bu Saji tidak stabil. Sehingga membuat mereka berusaha keras mengumpulkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan berharap mendapatkan rezeki lebih agar Yahya bisa sekolah kembali.

Yahya pun tidak sekedar membantu ibunya di sawah, tetapi juga dia memilih untuk berjualan koran. Ketika Yahya menjajakan korannya, tidak menyangka dia bertemu dengan temannya yang bernama Difa, dia anak salah satu guru.

Dengan melihat Difa sudah memakai seragam sekolah yang rapi dan lengkap dengan membawa tas dan tak lupa membawa bekal makan siang. - Cerpen Tema Pendidikan tentang Sekolah. Yahya merasa iri hati melihat Difa yang bisa bersekolah dan mempunyai banyak teman.

“Yahya, aku berangkat sekolah dulu ya, takut telat ada upacara bendera” kata Difa sambil bergegas berangkat dan meninggalkan Yahya. “Ohhh.. iya Difa, hati-hati di jalan ya..” menatap Difa dengan merasa sedih.

Yahya pun bergegas pulang dan menemui ibunya yang sedang bersiap untuk pergi bekerja, “Buu.. kenapa si hidup kita miskin, kenapa aku engga bisa seperti teman yang lain,?? coba aja ayah belum meniggal, pasti Yahya sekarang ini biasa sekolah bu..” kata Yahya dengan penuh amarah dan emosi kepada ibunya.

Ibunya tidak merespon perkataan Yahya yang hanya akan sia-sia bila di jelaskan karena Yahya masih belum bisa mengikhlaskan kepergian ayahnya.

Kemudian ibunya laju pergi untuk bekerja disawah. Begitu amat kesal akhirnya Yahya pergi dan duduuk dibawah pohon rindang.

Sani datang untuk menemui Yahya, dan mengajak Yahya untuk menjajakan Koran di sekitar terminal. Seperti biasa dengan semangat yang luar biasa mereka benar-benar tak merasakan lelah, meskipun terik matahari siang itu begitu terasa kulit.

Mereka masih tetap semangat dan termotivasi untuk mengumpulkan uang yang banyak. Agar bisa melanjutkan sekolah dan mewujudkan cita-cita.

Sambil menjajakan koran, Sani bertanya kepada Yahya “Emang cita-citamu pengen jadi apa sobat ?”. “Ada deh, mau tau aja ..” Yahya tertawa melihat wajah sani yang amat penasaran. Sani pun masih tetap bersih keras menanyakan cita-cita Yayha. Tetapi Yahya masih tetap tidak mau memberitahu Sani.

Setelah menjajakan koran, Yahya dan Sani melanjutkan untuk mengamen. Mereka ingin mendapatkan penghasilan lebih. Tak disangka, sebuah mobil menyerempet Yahya dari belakang, Yahya pun jatuh tersungkur.

Kemudian, keluarlah Bu Indah dari mobilnya dan mengajak Yahya untuk pergi kerumah sakit, tetapi Yahya menolak. Dan Sani kaget melihat kaki Yahya memerah dan bengkak, Bu Indah pun langsung membawa Yahya ke rumahnya untuk diberi obat.

Sesampainya di rumah, Bu Indah menyuruh pembantunya untuk merawat Yahya yang kakinya kesleo dan bengkak itu.

Kemudian, Bu Indah bertanya kepada Yahya dan Sani. “mengapa kalian berada di jalan waktu pagi-pagi? Apakah kaliat tidak sekolah?” dengan wajah merasa bersalah telah menyerempet Yahya. Yahya pun bilang kalau ia tidak sekolah. Sani pun menjelaskan bahwa mereka ingin sekolah tetapi tidak punya biaya.

Kemudian anak Bu Indah yang bernama Andi tiba-tiba datang dari kamarnya menghampiri Yahya, dan Andi pun tidak suka melihat kedatangan Yahya dan Sani karena mereka orang miskin. Bu indah menasehati Andi agar tidak bersikap kasar kepada Yahya dan Sani.

Tetapi Andi masih bersih keras dia tidak suka dengan kedatangan Yahya dan Sani. Andi tidak suka mamanya menolong Yahya dan Sani.

Dan Bu Indah ingin menolong mereka agar bisa sekolah kembali. Tetapi dengan niatan Bu Indah seperti itu, Andi tidak suka membantu mereka untuk sekolah di tempat Andi bersekolah.

Luka Yahya sudah selesai di obati, Bu Indah mengantarkan pulang Yahya dan Sani. Sesampainya di rumah Yahya, Bu Indah minta maaf kepada Ibunya Yahya karena tidak sengaja menyerempetnya . “Kedatangan saya kemari mau minta maaf, karena sudah tidak sengaja menyerempet Yahya” kata Bu Indah.

“Tidak apa-apa bu… Cerpen Tema Pendidikan tentang Sekolah. saya mengerti, memang kondisi ekonomi saya tidak memungkinkan, sehingga Yahya membantu saya memenuhi kebutuhan sehari-hari, maafkan anak saya kalau berjalan dengan menghalangi jalan ibu”.

Setelah bu Indah meminta maaf, ia menawari kepada Yahya dan Sani untuk bersekolah. Yahya dan Sani merasa senang dan tidak percaya.

Pada akhirnya mereka berdua bisa melanjutkan sekolah kembali. Dan Bu Saji merasa bersyukur akhirnya Yahya bisa sekolah .

Yahya sekolah dengan amat sangat rajin sehingga dia sekolah sampai di perguruan tingi ia mendapatkan beasiswa, dan dapat mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru.

---Tamat---

Struktur dan Unsur Intrinstik Cerpen Pendidikan Sekolah

1. Tema Pendidikan
2. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu.
3. Amanat Janganlah mudah menyerah dalam menghadapi problematika kehidupan, teruslah berjuang hingga keberhasilan tercapai.
4. Alur Maju
5. Latar/ Setting
  • Tempat: Rumah Bu Saji di Desa Pagarbanyu, Di Jalan, Rumah Bu Indah (kamar Andi).
  • Waktu: Hari Senin pada pagi dan siang hari.
  • Suasana: Menyedihkan.
6. Tokoh Dan Penokohan :
  • Bu Saji : Sabar dan Pekerja Keras.
  • Yahya dan Sani: Semangat dan Rajin.
  • Difa: Rajin
  • Bu Indah : Dermawan.
  • Andi: Sombong.

Itulah materi pengertian cerpen dan contohnya lengkap dari masihterjaga.id, semoga bisa bermanfaat yaa. Jika ada tulisan atau penjelasan yang kurang tepat, bahkan salah, beritahu pada komentar.