Macam Macam Pengertian Norma

Pengertian Norma: Contoh, Macam, Ciri, Tujuan, Fungsi Norma
Daftar Isi Artikel []
Macam Macam Pengertian Norma - Secara umum, pengertian norma adalah pedoman perilaku untuk melangsungkan kehidupan bersama dalam suatu kelompok masyarakat.

Pengertian Norma

Pengertian Norma Secara Umum

Norma merupakan suatu petunjuk perilaku yang benar dan pantas dilakukan saat berinteraksi sosial dalam suatu masyarakat.

Norma juga disebut dengan peraturan sosial karena sifatnya yang memaksa. Jadi, seluruh anggota kelompok harus bertindak sesuai dengan norma-norma yang telah terbentuk sejak dahulu.

Pengertian Norma Menurut Para Ahli

Selain pengertian norma secara umum, ada juga pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian norma.

1. AA. Nurdiaman

Norma adalah suatu bentuk tatanan hidup yang berisikan aturan-aturan dalam bergaul di masyarakat.

2. A. Ridwan Halim

Menurut pendapat A. Ridwan Halim, pengertian norma adalah segala peraturan baik tertulis maupun tidak yang pada intinya merupakan suatu peaturan yang berlaku sebagai acuan atau pedoman yang harus ditaati oleh setiap individu dalam masyarakat.

3. Broom & Selznic

Pengertian norma adalah suatu rancangan yang ideal dari perilaku manusia yang memberikan batasan bagi suatu anggota masyarakatnya untuk menacpai tujuan hidup yang sejahtera.

4. Antony Giddens

Menurut Antony Giddens (1994), bahwa pengertian norma adalah sebuah prinsip maupun aturan yang jelas, nyata atau konkret yang harus diperhatikan oleh setiap masyarakat.

5. Bellebaum

Menurut Bellebaum, pengertian norma adalah sebuah alat untuk menatur setiap indiviu dalam suatu masyarakat agar bertindak dan berperilaku sesuai dengan sikap dan keyakinan tertentu yang berlaku di mayarakat tersebut.

6. Craig Calhoun

Pengertian norma menurut Craig Calhoun adalah aturan atau pedoman yang menyatakan tentang bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam situasi tertentu.

7. E.Utrecht

Pengertian norma menurut E. Utrecht bahwa norma adalah segala himpunan petunjuk hidup yang mengatur berbagai tata tertip dalam suatu masyarakat atau bangsa yang mana peraturan itu diharuskan untuk ditaati oleh setiap masyarakat, jika melanggar maka akan adanya tindakan dari pemerintah.

8. Soerjono Soekanto

Pengertian norma menurut Soerjono Soekanto adalah sebuah perangkat dimana hal itu dibuat agar hubungan didalam suatu masyarakat dapat berjalan seperti yang diharapkan.

9. John J. Macionis

Pengertian norma menurut John J. Macionis (1997) adalah segala aturan dan harapan masyarakat yang memandu segala perilaku angota masyarakat.

10. Marvin E. Shaw

Pengertian norma menurut pendapat Marvin E. Shaw bahwa norma adalah peraturan segala tingkah laku manusai yang ditegakkan oleh anggota masyarakat dan mengekalkannya keselarasan tingkah laku yang seharusnya.

11. Robert M.Z. Lawang

Pengertian norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu.

12. Richard T. Schaefer & Robert P. Lamn

Pengertian norma menurut pendapat Richard T. Scaefer & Robert P. Lamn adalah standar dari perilaku yang lurus yang dipelihara oleh setiap masyarakat.

13. Isworo Hadi Wiyono

Menurut Isworo Hadi Wiyono, bahwa pengertian norma adalah suatu bentuk peraturan atua petunjuk hidup yang memberikan acuan-acuan perbuatan mana yang boleh dijalankan dan perbuatan mana yang harus dihindari.

14. Bagja Waluyo

Menurut pendapat Bagja Waluyo, pengertian norma adalah wujud konkret dari nilai yang merupakan pedoman, yaitu berisikan suatu keharusan bagi individu atau masyarakat dalam berperilaku.

15. Han Kelsen

Pengertian norma Menurut Han Kelsen adalah perintah yang tidak personal dan anonim (an impersonal and anonymous "command" - that is the norm).

Ciri-Ciri Norma

  1. Pada umumnya tidak tertulis,
  2. Merupakan hasil dari kesepakatan,
  3. Masyarakat sebagai pendukung yang menaatinya,
  4. Melanggar norma sosial mendapatkan sanksi atau hukuman,
  5. Menyesuaikan dengan prubahan sosial sehingga dapat dikatakan bahwa norma sosial dapat mengalami perubahan,
  6. Dibuat secara sadar.

Tujuan Norma Dalam Masyarakat

Norma mempunyai tujuan yang baik untuk setiap anggotanya. Tujuan norma adalah menjadi pedoman, arahan, dasar, dan tata tertib bagi anggota masyarakat agar tercipta masyarakat yang teratur dan tentram, sekaligus untuk mengatur tingkah laku masyarakat serta membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Dengan menaati norma, maka akan tercipta tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang tertib, aman, rukun, dan damai. Masyarakat yang taat norma bisa menciptakan kehidupan yang adil.

Fungsi Norma

  1. Mengatur tingkah laku masyarakat sesuai nilai yang berlaku,
  2. Membantu untuk mencapai tujuan bersama masyarakat,
  3. Menciptakan ketertiban dan keadilan dalam lingkungan masyarakat,
  4. Sebagai dasar memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar aturan-aturan yang terdapat dalam norma.

Macam Macam Norma Dan Contohnya Lengkap

Ada beberapa jenis norma, diantaranya norma hukum, kesusilaan, agama, dan kesopanan. Apa penertian, fungsi dan contohnya secara lengkap? Mari kita simak bersama tentang macam-macam norma.

1. Norma Agama

Tujuan Dan Manfaat Norma Agama
Pengertian norma agama adalah suatu aturan atau kaidah yang mengatur hubungan manusia dan Tuhan yang memiliki tujuan untik mengatur tingkah laku manusia dengan Tuhan-Nya maupun terhadap sesama manusia yang didasarkan pada ajaran suatu agama.

Singkatnya, pengertian norma agama adalah suatu bentuk petunjuk dari Tuhan kepada umat-Nya yang dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Norma agama ini diambil dari nilai-nilai yang terkandung di dalam kitab suci suatu agama. Di Negara Indonesia, terdapat beberapa kitab suci yang bisa dipercayai, yaitu :
  • Al Quran yang dijadikan pedoman bagi pemeluk Agama Islam.
  • Injil yang dijadikan pedoman bagi pemeluk Agama Kristen dan Katolik.
  • Tripitaka yang dijadikan pedoman bagi pemeluk Agama Budha.
  • Weda yang dijadikan pedoman bagi pemeluk Agama Hindu.
Sifat dari borma agama adalah mutlak dan tidak bisa ditawar atau bahkan dirubah lagi karena norma agama merupakan perintah yang mengharuskan bagi setiap penganut atau pemeluk menjalankan perintah dan menjauhi larangannya.

Contoh-contoh Norma Agama

1. Rajin dan Taat Beribadah
Manusia diciptakan di bumi ini sejatinya untuk beribadah kepada Tuhan-Nya, hal ini juga ada dalam norma agama. Dalam melaksanakan ibadah, lakukanlah ibadah sesuai dengan ajaran atau penganut agama masing-masing, di Indonesia sendiri ada 4 penganut agama dan tempat ibadahnya, yaitu :
  • Orang Islam beribadah di Masjid,
  • Orang Kristen dan Katolik beribadah di Gereja,
  • Orang Khonghucu beribadah di Klenteng,
  • Orang Hindu beribadah di Pura,
  • Orang Buddha beribadah di Wihara

2. Tidak Boleh Mencuri
Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan, termasuk larangan untuk tidak mencuri atau mengambil yang bukan haknya. Selain perbuatan ini merupakan sikap yang tercela, mencuri juga merugikan terhadap korban pencurian tersebut.

3. Tidak Boleh Membunuh
Dalam norma agama, kita dilarang untuk membunuh sesama karena setiap orang atau makhluk hidup mempunyai hak untuk hidup.

4. Menjalankan Segala Perintah-Nya
Dalam norma agama, kita diwajibkan untuk menjalankan perintah-Nya.

5. Menjauhi Segala Larangan-Nya
Selain menjalankan perintah-Nya, dalam norma agama juga diperintahkan untuk menjauhi segala larangan-Nya agar tidak menjadi beban dan dosa dalam hidup kita.

6. Tidak Menggunakan Narkoba
Menggunakan atau mengkonsumsi narkoba merupakan suatu hal yang dilarang baik di undang-undang Indonesia maupun didalam norma agama.

7. Tidak Mengonsumsi Minuman Keras
Minuman keras ini juga sama halnya seperti narkoba, akan mengakibatkan kecanduan bagi si penderita.

8. Selalu Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Berbakti kepada orang tua bisa dimulai dengan cara-cara yang sederhana, misalnya:
  1. Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh
  2. Menjadi orang yang bijaksana
  3. Menjadi anak yang terbuka
  4. Tidak menuntut yang belum menjadi haknya
Tidak hanya itu, contoh-contoh Norma Agama lainya antara lain :
  1. Berdoa Sebelum Melakukan Aktivitas
  2. Selalu Berkata Jujur
  3. Tidak boleh mengganggu orang yang beribadah
  4. Tidak boleh menyiksa binatang
  5. Tidak boleh zina

Sanksi Bagi Pelanggar Norma Agama

Sanksi dalam norma agama bisa didapat secara langsung di dunia maupun di akhirat kelak.

Jika di dunia, sanksi yang akan diterima antara lain :
  1. Perasaan menjadi was-was
  2. Dihantui rasa bersalah
  3. Hidup menjadi tidak tenang
  4. Mendapatkan dosa
  5. Dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat
  6. Tidak dipercaya oleh orang lain
  7. Pikiran menjadi kacau, dan sebagainya
Berbeda jika dengan di akhirat nanti, hukuman yang akan diterima adalah setimpal dengan apa yang telah dilakukan di dunia. Atau malah bahkan lebih menyakitkan dibandingkan dengan di dunia.

Jika kamu pernah melanggar norma agama ini, lakukanlah tobat dengan memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan berubah menjadi lebih baik lagi.

2. Norma Hukum

Contoh Norma Hukum Dan PelanggarannyaApa sih norma hukum itu? Pengertian norma hukum adalah peraturan, ketetapan atau undang-undang yang telah dibuat oleh Negara.
Baca Juga: Pengertian Hukum.
Biasanya norma hukum berbentuk tertulis, dan dijadikan sebagai rujukan dan pegangan konkret bagi seluruh lapisan masyarakat baik dalam berperilaku maupun dalam memberikan sanksi bagi yang melanggar norma tersebut.

Norma hukum diciptakan oleh pihak yang berwenang dengan tujuan mengatur hubungan suatu masyarakat. Norma hukum miliki sifat memaksa dan tegas, apabila ada yang melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi berupa hukuman.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, terdapat banyak jenis norma hukum yang kita kenal diantaranya hukum perdata, hukum pidana, hukum acara, hukum internasional, hukum agama dan yang lainnya.

Contoh Norma Hukum

Berikut ini beberapa contoh norma hukum yang biasa diterapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:
  1. Setiap warga yang usianya sudah 17 tahun, maka wajib memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).
  2. KK (Kartu Keluarga) wajib dimiliki kepala Keluarga.
  3. Setiap anak wajib mengikuti pendidikan atau sekolah.
  4. Menjaga keamanan di lingkungan, contohnya ikut melaksanakan siskampling.
  5. Warga yang menginap di tempat kerabat atau di daerah lain harus lapor ketua RT setempat.
  6. Peraturan lalu lintas wajib ditaati pengguna jalan raya, contohnya mengenakan helm pada saat mengendarai motor, mentaati rambu-rambu lalu lintas.

3. Norma Kesopanan atau Sopan Santun

Sanksi Pelanggaran Norma Kesopanan di Lingkungan Masyarakat
Apa yang dimaksud dari norma sopan santun? Apa ciri ciri norma kesopanan kemudian apa saja contoh norma kesopanan di lingkungan masyarakat?

Secara umum, pengertian norma kesopanan atau sopan santun adalah aturan tingkah laku di dalam lingkungan masyarakat yang bersumber dari adat istiadat, budaya, atau tradisi setempat.

Norma kesopanan juga sering disebut dengan norma adat, sopan-santun, tata krama atau adat istiadat. Landasan norma kesopanan adalah kepatutan, kepantasan, dan kebiasaan yang brlaku pada suatu masyarakat

Tujuan Dan Manfaat Norma Kesopanan

  1. Agar seseorang bisa diterima di dalam kelompok masyarakatnya,
  2. Agar seseorang dapat menghargai orang yang lebih tua,
  3. Agar kita bertingkah laku sesuai kemauan masyarakat,
  4. Untuk lebih memahami hakekat kemanusiaan dan tata etika kita dalam bergaul.

Ciri Ciri Norma Kesopanan

  1. Norma kesopanan bersumber dari tata kehidupan masyarakat
  2. Tidak memiliki aturan yang jelas, tidak ketat dan tidak tegas,
  3. Tidak mengikat masyarakat,
  4. Pelaksanaan norma tergantung individu manusia,
  5. Hukuman hukuman norma kesopanan juga tidak tegas dan tidak jelas.

Contoh Norma Kesopanan

Berikut ini beberapa contoh penerapan norma kesopanan di lingkungan sekolah dan masyarakat:
  1. Sopan santun terhadap guru,
  2. Memakai baju yang sopan dan rapi ke sekolah,
  3. Berprilaku yang baik terhadap semua orang,
  4. Menghormati kedua tua,
  5. Menghormati orang yang lebih tua,
  6. Menerima sesuatu selalu dengan tanag kanan,
  7. Tidak berkata-kata kotor, kasar dan takabur,
  8. Tidak meludah di sembarang tempat,
  9. Tidak menyela pembicaraan,
  10. Dan budayakan 5S (salam, sapa, senyum, sopan, dan santun).

Sanksi Norma Kesopanan

Sanksi bagi pelanggar norma kesopanan adalah tidak tegas, tetapi dapat diberikan langsung oleh masyarakat seperti:
  1. Dicemooh oleh masyarakat,
  2. Digunjing, bahkan bisa diusir dari lingkungan masyarakat.

4. Norma Kesusilaan

Jelaskan Pengertian Dari Norma KesusilaanSecara etimologi, pengertian norma kesusilaan terdiri dari dua kata, yaitu Norma: aturan atau pedoman untuk mengatur. Kesusilaan: sikap atau peraturan hidup.

Secara umum, pengertian norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang bersumber dari hati nurani manusia yang membentuk akhlak seseorang.

Sesuai dengan pengertiannya yang bersumber dari hati nurani, maka tidak ada aturan maupun sangksi tertulis dari norma kesusilaan, tapi dilakukan berdasarkan hati nurani masing masing. Mereka yang melanggar norma kesusilaan dianggap orang yang tidak bermoral atau asusila.

Manfaat Dan Tujuan Norma Kesusilaan

Tujuan norma kesusilaan adalah untuk membuat manusia memiliki sifat kesusilaan sehingga dapat mewujudkan keharmonisan sosial antar manusia. Norma kesusilaan juga dapat menjadi petunjuk bagi manusia bagaimana bersikap dan bertingkah laku dalam bermasyarakat.

Ciri Ciri Norma Kesusilaan

Mangacu pada pengertiannua, berikut ini beberapa ciri ciri norma kesusilaan yang bisa kamu ketahui:
  1. Norma Kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia,
  2. Norma kesusilaan sifatnya lokal dalam suatu masyarakat tertentu dan tidak abadi,
  3. Mereka yang melanggar norma kesusilaan akan mendapatkan sanksi yang bersifat individu, yaitu dikucilkan dari masyarakat, rasa malu, penyesalan batin.

Contoh Norma Kesusilaan

Contoh norma kesusilaan adalah sebagai berikut:
  1. Bersikap dan bertingkah laku jujur,
  2. Tidak memfitnah orang lain,
  3. Menolong orang yang kesusahan,
  4. Dilarang berzinah,
  5. Tidak menghina orang lain,
  6. Tidak berbuat curang atau menipu,

Sanksi Pelanggar Norma Kesusilaan

Sanksi yang didapat bagi pelanggar norma kesusilaan muncul dalam bentuk pengucilan secara fisik dan batin. Berikut ini beberapa sanki jika melanggar norma Kesusilaan:
Sanksi Fisik
  1. Dikucilkan dari masyarakat,
  2. Diusir dari lingkungan masyarakat,
  3. Dipenjara.
Sanksi Bathin
  1. Rasa penyesalan,
  2. Rasa malu,
  3. Rasa kegelisahan.

Iitulah ulasan lengkap macam-macam pengertian norma dan contohnya, semoga bisa memberi manfaat bagi pembaca. Semangat Belajar!