Pengertian Hukum

Pengertian HUKUM Adalah: Fungsi, Unsur, Ciri, Jenis, dan Contoh Hukum
Daftar Isi Artikel []
Pengertian Hukum - Apa yang dimaksud dengan hukum? Berikut adalah materi hukum meliputi pengertian hukum, macam-macam, fungsi dan tujuan, ciri, serta unsur hukum.

Pengertian Hukum

Apa itu hukum? Secara umum, pengertian hukum adalah sistem peraturan yang dibuat secara tertulis ataupun tidak tertulis dimana memiliki tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga keamanan dan ketertiban dalam bermasyarakat.

Adapun definisi dari hukum yang lain, yaitu: Aturan beserta sanksi tegas yang dibuat pihak berwenang untuk membatasi kebebasan manusia dalam berperilaku guna menghindari terjadinya kekacauan dalam lingkungan masyarakat.

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli


1. E. Utrecht

Pengertian hukum menurut Utrecht adalah suatu himpunan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang mengatur tata tertib kehidupan di masyarakat dan harus dipatuhi oleh setiap individu dalam masyarakat karena pelanggaran akan pedoman hidup dapat mendatangkan tindakan dari lembaga pemerintah.

2. Aristoteles

Menurut Aristoteles, hukum adalah aturan yang berlaku dan wajib ditaati semua orang, termasuk hakim itu sendiri.

3. S.M. Amin

S.M. Amin mengemukakan bahwa arti hukum adalah sekumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi. Tujuannya ialah mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia dalam suatu masyarakat, sehingga ketertiban dan keamanan terjaga dan terpelihara.
Baca Juga: Pengertian Norma

4. J.C.T. Simorangkir

Definisi hukum adalah segala peraturan yang sifatnya memaksa dan menentukan segala tingkah laku manusia dalam masyarakat dan dibuat oleh suatu lembaga yang berwenang.

5. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja

Hukum adalah keseluruhan kaidah serta semua asas yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat dan bertujuan untuk memelihara ketertiban serta meliputi berbagai lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah sebagai suatu kenyataan dalam masyarakat.

Fungsi dan Tujuan Hukum

Fungsi hukum adalah menertibkan dan mengatur pergaulan masyarakat serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dalam lingkungan sosial.

Menurut M. Friedman, hukum memiliki 3 fungsi, yakni:
  1. Sebagai pengawasan atau pengendalian sosial (social control),
  2. Sebagai penyelesaian sengketa (dispute settlement),
  3. Sebagai rekayasa sosial (social engineering).

Sedangkan tujuan hukum adalah sebagai tata tertib dalam masyarakat yang ditujukan untuk kehidupan sosial yang damai dan adil. Roscoe Pound berpendapat bahwa, hukum memiliki tujuan untuk merekayasa masyarakat. Artinya, hukum dijadikan sebagai alat untuk merubah keadaan sosial menjadi lebih baik.

Dari kumpulan pengertian, fungsi dan tujuan hukum diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hukum terdiri atas beberapa unsur.

Unsur-Unsur Hukum

Berikut adalah unsur-unsur hukum yang bisa kamu ketahui:
  1. Hukum mengatur perilaku masyarakat, baik itu perintah maupun larangan,
  2. Hukum dibuat oleh suatu lembaga atau badan yang berwenang (pemerintah),
  3. Aturan dan sanksi pada hukum memiliki sifat yang memaksa.

Selanjutnya, kita pahami ciri hukum, apa saja ciri-ciri hukum?

Ciri-Ciri Hukum

Secara umum, hukum mempunyai 6 ciri-ciri, yaitu:
  1. Sifatnya Memaksa,
  2. Berisi suatu perintah dan/atau larangan,
  3. Mengatur tingkah laku manusia,
  4. Dibuat oleh lembaga berwenang,
  5. Pelanggar hukum mendapatkan sanksi,
  6. Bersifat melindungi.

Macam-Macam Pembagian Hukum

Berikut adalah pengertian macam-macam hukum dengan penjelasannya:

1. Menurut Sumbernya

Hukum undang-undang, yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundangan yang ditujukan bagi warga di dalam suatu negara dan bentuknya tertulis.
Hukum kebiasaan(Adat), yaitu hukum yang terletak di dalam peraturan kebiasaan(adat) yang terdapat pada daerah-daerah tertentu dan bentuknya tidak tertulis.
Hukum Traktat, yaitu hukum yang ditetapkan oleh negara-negara di dalam suatu perjanjian yang telah disetujui oleh negara-negara yang mengikuti perjanjian(traktat).
Hukum Jurispudensi, yaitu hukum yang terbentuk karena keputusan hakim.

2. Menurut Bentuknya

Hukum tertulis adalah hukum yang ditulis dalam perundang-undangan.
Hukum tidak tertulis adalah hukum yang hidup dan diyakini oleh warga nasyarakat serta dipatuhi dan tidak dibentuk menurut prosedur formal, tetapi lahir dan tumbuh dikalangan masyarakat itu sendiri.

3. Menurut Tempat Berlakunya

Hukum Nasional, yaitu aturan yang berlaku dalam sebuah Negara tertentu.
Hukum Internasional, mengatur aktivitas berskala internasional.

4. Menurut Waktu Berlakunya

Ius Constitutum (Hukum Positif), yaitu hukum yang sedang sekarang bagi suatu masyarakat dalam daerah tertentu.
Ius Constituendum, yaitu hukum yang diharapkan dapat berlaku pada masa yang akan datang.
Hukum Asasi (Ius Naturale/Hukum Alam), yaitu hukum yang tidak mengenal waktu dan tempat, dengan kata lain hukum ini akan berlaku selamanya.

5. Menurut Cara Mempertahankannya

Hukum Material, yaitu hukum yang berisi perintah dan larangan.
Hukum Formal, yaitu hukum yang berupa tata cara pelaksanaan dan mempertahankan hukum material.

6. Menurut Sifatnya

Hukum Yang Memaksa, yaitu hukum yang memiliki sanki tegas jika dilanggar.
Hukum Yang Mengatur, yaitu hukum yang hanya mengatur dan tidak memiliki sanksi tegas.

7. Menurut Wujudnya

Hukum Obyektif, adalah hukum yang berlaku untuk semua warga negara.
Hukum Subyektif, yaitu hukum yang timbul dari hukum obyektif dan berlaku pada orang atau golongan tertentu. Disebut juga hak.

8. Menurut Isinya

Hukum Privat, mengatur hubungam antar individu.
Hukum Publik mengatur kekuasaan negara, serta mengatur hubungan hukum antara masyarakat dan negara.

Jenis-jenis Hukum Di Indonesia

Di Indonesia, ada dua jenis hukum yang bisa dikenal, yakni Hukum Privat dan Hukub Publik:

Hukum Privat (Hukum Sipil)

Hukum Privat mengatur hubungan antara satu orang dengan yang lainnya dan mementingkan kepentingan pribadi/ perorangan.

Hukum Perdata termasuk dalam hukum privat yang mengatur satu dengan lainnya. Dalam hukum perdata, asas pokok otonomi warga negara adalah milik dirinya sendiri.

Jadi, setiap individu berhak mempertahankan kehendaknya sendiri, namun tetap berada dalam pengawasan pemerintah.

Contoh hukum privat:
  • Hukum sipil,
  • Hukum perdata,
  • Hukum dagang.

Hukum Publik

Hukum publik adalah aturan yang mengatur hubungan antar masyarakat yang menyangkut kepentingan umum, oleh karena itu hukum publik bisa disebut hukum negara.

Contoh hukum publik adalah sebagai berikut:
  • Hukum tata negara,
  • Hukum administrasi negara,
  • hukum pidana,
  • hukum internasional publik.

Demikian materi lengkap mengenai hukum, semoga bermanfaat bagi pembaca semua.