Pengertian Legenda

Pengertian LEGENDA Adalah: Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Legenda
Daftar Isi Artikel []
Pengertian Legenda - Membahas apa itu yang dimaksud dari legenda, meliputi pengertian, ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di Indonesia yang singkat dengan pesan moralnya.

Pengertian Legenda

Dikutip dari wikipedia bahasa Indonesia, pengertian legenda (bahasa Latin: legere) adalah sebuah cerita rakyat yang diakui oleh masyarakat bahwa kejadian yang ada di dalam cerita memang benar-benar pernah terjadi di masa lampau.

Oleh karena itu, legenda kerap disebut sebagai sejarah kolektif (folk history). Karena tidak tertulis, cerita legenda sering mengalami distorsi sehingga terdapat banyak versi (jauh berbeda dengan aslinya).
Baca Juga: Pengertian Sejarah.
Sedangkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata legenda memiliki arti/ pengertian: cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah.

Baca Juga: Artikel tentang pengertian cerita rakyat agar kamu bisa mengetahui apa perbedaan legenda dan cerita rakyat.

Pengertian Legenda Menurut Para Ahli

Danandaja (2002)

Legenda adalah cerita yang benar-benar terjadi di dunia pada masa yang belum begitu lampau yang bersifat sekuler/ keduniawian serta diyakini sebagai sejarah kolektif.

Meskipun begitu, Legenda sering menjadi perdebatan dikarenakan ceritanya sudah mengalami distorsi.
Jadi, legenda harus dibersihkan dari unsur folkor apabila dijadikan sebagai bahan sejarah.

Moeis

Menyatakan bahwa legenda ini juga bukan semata-mata cerita hiburan, namun juga lebih dari itu dituturkan untuk mendidik manusia dan juga membekali mereka terhadap ancaman bahaya yang terdapaat dalam lingkungan kebudayaan.

Legenda merupakan cerita rakyat yang persediaannya paling banyak, hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena legenda ini biasanya bersifat migratoris artinya dapat berpindah-pindah sehingga dapat dikenal luas di daerah yang berlainan.

Jenis-Jenis Legenda

Di bawah ini adalah jenis-jenis legenda dan penjelasannya:

Legenda Keagamaan

Legenda keagamaan menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan agama. Contoh legenda keagamaan adalah; cerita para wali.

Legenda Alam Ghaib

Legenda alam ghaib adalah cerita yang dianggap benar – benar terjadi dimana kisah yang diangkat adalah berupa cerita yang berhubungan dengan makhluk halus, kejadian aneh, gejala – gejala alam yang bersifat ghaib.

Contoh legenda alam ghaib adalah cerita Nyi Roro Kidul.

Legenda Perseorangan

Legenda ini merupakan jenis Legenda yang ceritanya hanya berhubungan dengan seseorang saja. Tidak berhubungan dengan tempat, atau kejadian – kejadian yang telah saya jelaskan sebelumnya.

Contoh legenda perseorangan adalah Si Pitung.

Legenda Setempat

Legenda Setempat merupakan legenda yang berhubungan erat dengan suatu tempat, nama tempat, dan topografi yaitu bentuk – bentuk dari tempat itu semisal berlembah – lembah, gunung – gunung dll.

Contohnya, asal-usul terbentuknya Pulau Samosir.

Ciri-ciri Legenda

Karakteristik atau ciri-ciri legenda adalah sebagai berikut:

  • Dianggap sebagai kejadian/ peristiwa yang benar-benar terjadi,
  • Bersifat keduniawian atau sekuler,
  • Umumnya, yang menjadi tokoh legenda adalah manusia,
  • Mempunyai banyak versi (akibat dari distorsi),
  • Legenda sering menyebar dan dikenal di luar daerah asalnya, artinya legenda jiga memiliki sifat berpindah-pindah ( bahasa Inggris: migration ).
  • Memiliki sifat siklus, yakitu menceritakan tokoh pada zaman tertentu.

Struktur Legenda

Terdapat empat struktur legenda, yakni sebagai berikut:

  1. Orientasi, adalah bagian awal dari cerita, isinya adalah pengenalan tokoh, maupun latar tempat dan waktu.
  2. Komplikasi, adalah klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh.
  3. Resolusi, adalah berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.
  4. Koda, adalah bagian akhir dari cerita. Biasanya berisi pesan dan amanat.

Contoh Cerita Legenda di Indonesia Dengan Pesan Moral

Legenda Singkat Danau Toba

Pada zaman dahulu, di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah.

Sebenarnya, usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar, gumam petani tersebut dalam hati.

Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.

Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan.

Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku. Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Bermimpikah aku?, gumam petani.

Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata, kata gadis itu.

Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu, kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri.

Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. Dia mungkin bidadari yang turun dari langit, gumam mereka.

Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet.

Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani.

Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.

Setahun kemudian, kebahagiaan Petan dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera.

Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.

Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka.

Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita! kata Petani kepada istrinya. Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik, puji Puteri kepada suaminya.

Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu.

Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya.

Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. Anak tidak tau diuntung! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !, umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.

Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga.

Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.

Pesan Moral: Jadilah seorang yang sabar dan bisa mengendalikan emosi. Dan juga, jangan melanggar janji yang telah kita buat atau ucapkan.

Diatas merupakan pembahasan apa itu pengertian legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh legenda singkat Indonesia dengan pesan moral. Semoga bermanfaat.