20+ Alat Musik Tradisional Sumatera Utara, Penjelasan dan Gambarnya
Daftar Isi Artikel []
Alat Musik Tradisional Sumatera Utara - Pelajari macam-macam nama alat musik dari daerah Sumatera Utara lengkap beserta gambar dan cara memainkannya.

Bukann hanya terkenal dengan Danau Toba, dan cerita rakyat Samosir, Provinsi yang beribukota di Medan ini juga terkenal kaya akan suku dan budaya, salah satu budaya yang menarik untuk kita bahas kali ini adalah alat musik khas daerah SumUt (Sumatera Utara).
Lihat Pula: Alat Musik Sumatera Barat

Alat Musik Tradisional Dari Provinsi Sumatera Utara

Berikut adalah 22 alat musik tradisional sumatera utara yang telah kami rangkum dari berbagai sumber, simak penjelasannya.

1. Doli-Doli

alat musik doli doli dari sumatera utara dimainkan dengan cara dipukul
Gambar Alat Musik Doli-Doli via carabermainalatmusik.com

Pertama, alat musik khas daerah Sumatera Utara adalah Doli-doli terbuat dari bilah bambu yang disusi sejajar. Cara memainkan alat musik doli-doli adalah dipukul menggunakan tongkat kayu.

Umumnya, alat musik ini dimainkan bersama alat musik Aramba dan Kendang.

2. Faritia

cara memainkan alat musik faritia adalah dipukul
Gambar Alat Musik Faritia via dictio.id

Nama alat musik tradisional sumatera utara selanjutnya adalah Faritia yang merupakan alat musik idiophone (alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran) yang terbuat dari logam atau kuningan.

Faritia berbentuk lingkaran dengan Ukuran diameter sekitar 23cm dengan tonjolan ditengah sebagai tepat untuk dipukul dengan alat pemukul khusus yang terbuat dari kayu yang bernama Simalambuo atau Kayu Duria.

Ya benar, Faritia sangat mirip dengan alat musik Gong, namun lebih kecil. Bukan hanya fisiknya, cara maminkan alat musik Faritia juga dipukuk, sama seperti Gong.

3. Aramba

alat musik aramba dimainkan dengan cara dipukul
Gambar Alat Musik Aramba via mepow.net

Alat musik Aramba berasal dari suku di provinsi Sumatera Utara, Suku Nias. Meskipun alat musik Aramba berasal dari Suku Nias, Aramba tidak benar-benar dibuat oleh Suku Nias, melainkan kerajinan Jawa yang dibawah ke Nias dengan sistem barter.

Alat musik Aramba terbuat dari tembaga, kuningan, suasa dan nikel, Aramba dimainkan oleh satu orang dengan cara digantung pada sebuah palang berbentuk horizontal dan dipukul dengan pemukul khusus dengan fungsinya sebagai pengatur pola irama.

Aramba juga cocok dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional Sumatrera yang lain seperti faritia dan doli-doli.

Jenis Aramba

  • Aramba Fatao: Digunakan pada persiapan upacara perkawinan dengan ukuran diameternya 40-50cm.
  • Aramba Hongo: Digunakan oleh keturunan bangsawan dengan ukuran diameternya 60-90cm.

4. Garantung

alat musik garantung berasal dari provinsi sumateranutara dimainkan dengan cara dipukul
Gambar Alat Musik Aramba via macamalatmusik.blogspot.com

Garantung adalah alat musik yang berasal dari daerah Sumatra Utara, tepatnya Batak Toba. Garantung terbuat dari tujuh bilah kayu yang digantung oada sebuah kotak yang berfungsi sebagai resonatornya, oleh karena itu Garantung termasuk instrumen Xylophone (alat musik berupa batang kayu yang disusun berurut). Garantung dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua stik yang dioengang untuk tangan kanan dan kiri.

Garantung bisa dimainkan secara tungga atau ansambel, dahuli saat masih menjadi instrumen tunggal Garantung dimainkan oleh ibu hamil dengan aharapan agar anak yang sedang dikandung lahir dalam kondisi sehat.

Garantung sering dimainkan saat acara pertunjukkan yang sifatnya hiburan, pernikahan dan upacara adat kematian saur matua.

5. Gendang Sisibah/Pakpak

alat musik gendang sisibah dari sumut
Gambar Alat Musik Gendang Sisibah via kebudayaan.kemdikbud.go.id

Gendang Sisibah atau Sembilan Gendang merupakan alat musik tradisional yang berasal dari daerah Pakpak, Sumatera Utara. Salah satu sisinya diletakkan dalam satu rak, kemudian Gendang Sisibah dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik. Gendang Sisibah sering dipakai sebagai pengiring upacara adat di Pakpak Dairi.

6. Gendang Singindungi & Gendang Singanaki

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Gambar Alat Musik Gendang Singindungi via karosiadi.blogspot.com

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Gambar Alat Musik Gendang Singanaki via karosiadi.blogspot.com

Gendang Singanaki dan Gendang singindungi (Double Sided Conical Drums) merupakan dua alat musik tradisional sumatera utara yang dimainkan dengan cara dipukul tersebut terbuat dari kayu pohon nangka.

Pada kedua sisi alat musik yang berbentuk konis (kerucut terpancung, seperti ember) tersebut, terdapat membrane yang terbuat dari kulit binatang.

Sisi depan/atas atau bagian Gendang yang dipukul disebut babah gendang, sementara sisi belakang/bawah (tidak dipukul) disebut pantil gendang. Kedua alat musik ini memiliki ukuran yang kecil, panjangnya sekitar 44 cm, dengan diameter babah gendangnya sekitar 5 cm, sedangkan diameter pantil gendang sekitar 4 cm.

Kedua alat musik dari tanah Karo tersebut memiliki bahan, bentuk, ukuran, dan cara pembuatan yang sama. Perbedaannya ada pada “gendang mini” Gerantung (panjang 11,5 cm) yang dikaitkan sisi badan Gendang Singanaki, sementara Gendang Singindungi tidak ada.

Bunyi yang dihasilkan Gendang Singindungi bisa naik turun bergantung pada teknik yang dipakai si pemain. Sedangkan bunyi yang dihasilkan dari Gendang singanaki datar (tidak naik turun). Masing-masing gendang tersebut memiliki dua palu-palu gendang atau alat pukul (drum stick) yang memiliki lanjang sekitar 14 cm.

7. Gordang

alat musik gordang sambilan berasal dari daerah provinsi sumatera utara
Gambar Alat Musik Gordang via indonesiakaya.com

Alat musik Gordang terbuat dari kayu yang dilapisi membrane kulit sapi atau kerbau. Gordang dimainkaan dengan cara dipukul.

Gordang biasanya terdiri atas 6-9 gendang yang tersusun rapi dengan ukuran yang berbeda, semakin ke kanan akan semakin besar dengan tujuan agar memiliki irama yang pas ketika dimainkan.

Alat musik dari sumatera utara, tepatnya daerah Batak Toba ini biasa digunakan untuk mengiringi musik gondang saat upacara adat dan acara yang sifatnya tradisional.

8. Gung dan Penganak

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Gambar Alat Musik Gung Penganak via musickarocomunity.blogspot.com

Gung dan penganak adalah alat musik tradisional Karo yang berfungsi sebagai pengatur ritme. Gung penganak memiliki diameter sekitar 15 cm dengan pencu (tonjolan pada Gong) 4 cm dan ketebalan sisi lingkarannya 2,8 cm.

Instrumen ini termasuk dalam kategori idiophone (Alat musik yang sumber bunyinya dari getaran alat musik itu sendiri.) terbuat dari bahan logam yang cara memainkannya digantung untuk dipukul menggunakan stik kayu yang ujungnya dilapisi dengan karet.

9. Hapetan/Hasapi

alat musik hapetan dan penjelasannya
Gambar Alat Musik Hapetan via alatmusikindonesia.com

Hapetan sering disebut Hasapi, Kecapi, Kecapi Batak merupakan alat musik tradisional daerah Sumatera Utama yang termasuk dalam alat musik chordophone dengan 2 senar. Hasapi terbuat dari kayu jihor, tetapi saat ini mulai digantikan dengan kayu nangka. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditempelkan ke perut untuk menghasilkan efek suara tertentu kemudian senarnya dipetik menggunakan pick atau jari kuku agar suara yang dihasilkan jernih.

Hapetan/Hasapi bisa digunakan masyarakat Toba untuk kebutuhan ritual / upacara terutama ritual-ritual yang diadakan di dalam rumah atau hanya sebagai hiburan semata.

Jenis-Jenis Hapetan
Berdasarkan pemakaiannya, Hasapi terbagi atas dua jenis, yaitu:

  • Hasapi Ende / Indung: Hasapi yang berfungsi sebagai pembawa melodi; biasanya bentuknya lebih besar,
  • Hasapi Doal: Hasapi yang berfungsi sebagai peniru bunyi gong dan memainkan ritem; biasanya bentuknya lebih kecil dari hasapi ende.

10. Hasek

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Gambar Alat Musik Hasek via dictio.id

Hesek adalah salah satu alat musik tradisional Batak Toba, provinsi Sumatera Utara yang termasuk dalam alat musik jenis Idiophone. Hasek terbuat dari pecahan logam atau besi yaang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus.

11. Sarune Bolon

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Gambar Alat Musik Sarune Bolon via silontong.com

Sarune bolon adalah alat musik tradisional yang berasal dari daerah Toba, provinsi Sumatera Utara, yang merupakan bentuk akulturasi Serune Kalee asli Aceh (baca: Alat Musik Tradisional Aceh) dan budaya Batak. Sarune bolon termasuk dalam jenis alat musik aerophone. Sarune bolon terbuat dari logam dengan lubang dengan di bagian leher dan 1 lubang di bagian bawah.

Terdapat keunikan pada alat musik khas Sumatera Utara yang satu ini, alat ini tetap menghasilkan bunyi baik dimainkan dengan cara ditiup ataupun dihisap.

Alat musik ini digunakan dalam ensambel musik yang paling besar juga, yaitu gondang bolon (artinya: ensambel besar). Dalam ensambel fungsi sarune bolon adalah sebagai pembawa melodi utama.

12. Ole-Ole

pengertian fungsi dan sejarah alat musik ole ole
Gambar Alat Musik Ole-Ole via alatmusik.org

Alat musik khas SumUt selanjutnya adalah Ole-ole merupakan instrumen solo yang dimainkan dengan cara ditiup yang terbuat dari batang padi. Untuk resonator Ole-ole terbuat dari daun kelapa yang dipilin sehingga menjadi mirip seperti terompet.

Pangkal ujung dari salah satu ruas batang padi dipecah sedikit agar bergetar dan dapat menghasilkan bunyi. Untuk menambah nilai estetika, pembuat alat musik ole-ole biasanya memberi lubang kecil pada batangnya.

Lubang nada alat musik Ole-ole sengaja dibuat tak beraturan, bergantung pada selera pembuatnya, untuk memperkeras suara yang dihasilkan, pangkal ujungnya digulung daun tebu / daun kelapa. Fungsi dari alat musik ini hanya untuk hiburan semata.

13. Odap

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Gambar Alat Musik Odap via portalfakta.com

Odap adalah gendang dua sisi berbentuk konis (kerucut terpancung). Alat musik Odap terbuat dari bahan kayu nangka dan kulit lembu, untuk tali pengikatnya terbuat dari rotan. Odap memiliki tinggi sekitar 34 – 37 cm, dengan diameter 26 cm, dan 12 – 14 cm.

Odap dimainkan dengan cara dijepit pada kaki, lalu dipukul dengan alat pemukul. Alat musik Odap juga dipakai dalam ensambel Gondang Sabangunan.

14. Oloan

fungsi alat musik oloan
Gambar Alat Musik Oloan via longgroveonline.com

Oloan adalah alat musik tradisional Sumatera Utara yang terbuat dari bahan metal, perunggu, atau plat besi yang dicetak. Untuk membedakan dengan suara gung lain, bagian dalam Oloan ditempel getah puli (sejenis pohon enau). Semakin banyak getah puli yang ditempelkan, maka bunyi yan dihasilkan Oloan akan semakin rendah.

Gung oloan berdiameter sekitar 32,5 cm dengan tinggi 7 cm, dan pencu di tengahnya berdiameter 10 cm.

Oloan dimainkan dengan dipukul di bagian pencunya dengan stik terbuat dari kayu yang ujungnya dilapisi dengan kain atau karet.

15. Panggora

cara memainkan alat musik panggora adalah dipukul
Gambar Alat Musik Panggora via gpswisataindonesia.info

Panggora adalah alat musik jenis Gong dari Sumatera Utara yang terbuat dari logam seperti besi, kuningan atau perunggu dengan diameter ±37 cm dan memiliki ketebalan 6 cm, lebih besar dari Aramba dan Faritia.

Panggora dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik, beberapa saat setelah bunyinya keluar maka langsung diredam menggunakan tangan.

Alat musik panggora sering dimainkan saat terjadi pertunjukkan seni musik khas Sumatra Utara, upacara kematian di Batak, adat istiadat hingga perkawinan.

Selain itu, Panggora juga sering dimainkan bersamaan dengan Taganing, Hesek, dan Sarune.

16. Druri Dana

Druri Dana berasal dari Nias, Sumatera utara yang terbuat dari bambu, Druri Dana termasuk dalam alat musik harmonis yang dimainkan dengan cara dipukul atau digoyang-goyangkan.

17. Gonrang

alat musik gendang tamtam dan ketipung termasuk dalam jenis alat musik membraphone
Gambar Alat Musik Gonrang via hisyam-rahmadian.blogspot.com

Gonrang merupakan alat musik dari Simalungun, Sumatera Utara yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan kayu dan terbuat dari kayu yang dilubangi tengahnya, membrannya dibuat dari kulit Lembu yang sudah dikeringkan.

Gonrang biasa dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional khas Sumut lainnya.

18. Fondrahi

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

Fondrahi merupakan nama alat musik Sumatera Utara, bentuknya sama seperti gendang namun lebih kecil, cara memainkannya pun sama-sama dipukul.

Dahulu, alat musik Fondrahi hanya digunakan oleh pembuka Agama dalam melakukan ritual dan persembahan kepada para dewa. Saat ini, Fondrahi berfungsi sebagai kesenian musik khas Nias.

19. Lagia

alat musik lagia dari nias
Gambar Alat Musik Lagia via museum-nias.org

Lagia adalah salah satu alat musik tradisional Nias di Sumatera Utara. Bentuk alat musik ini mirip dengan Rebab, namun Lagia hanya memiliki 1 dawai/senar.

Badan lagia terbuat dari pohon nibung. Menurut cerita, alat musik ini pertama diciptakan oleh seorang laki-laki bernama Bauruna.

Alat musik Lagia dimainkan dengan cara digesek dawainya pada posisi vertikal.

20. Balobat

alat musik karo balobat

Gambar Alat Musik Balobat via medium.com

Balobat adalah alat musik tradisional dari Suku Karo di Sumatera Utara yang serupa dengan suling terbuat dari seruas bambu berukuran sejengkal tangan dengan 6 lubang yang memiliki tangga nada Minor dan Major. Sudah jelas bahwa Balobat dimainkan dengan cara ditiup.

Instrumen musik jenis aerophone ini bisa dimainkan secara tunggal ataupun ansambel.

21. Taganing

taganing berasal dari daerah sumatera utara
Gambar Alat Musik Taganing via id.wikipedia.org

Alat musik Taganing terbuat dari kayu pohon nangka yang masing-masing berbeda bentuk, ukuran dan intonasi suaranya.

Alat musik Taganing terdiri dari 5 buah drum dengan nada yang masing-masing berbeda yaitu berurutan dari nada yang rendah hingga tinggi dari kanan ke kiri dan memiliki nama masing masing, yaitu: tingting, paidua tingting, painonga, paidua odap, dan odap-odap.

Alat musik ini bisa dimainkan oleh 1 atau dua orang dengan cara dipukul menggunakan stik yang bernama palupalu, orang yang memainkan alat musik Taganing disebut partaganing.

Fungsi alat musik Taganing sendiri adalah sebagai pembawa melodi dan juga ritem variable dalam beberapa lagu.

Demikian kumpulan alat musik tradisional Sumatera Utara yang patut untuk kamu pelajari, jangan biarkan warisan budaya bangsa kita punah termakan jaman dan perkembangan teknologi yang tak bisa di bendung. Jaga terus warisan dari nenek moyang kita, Salam Budaya.(wiki)

masihterjaga.id