Properti Tari Saman : Busana, Gerakan dan Lagu Pengiring
Konten []
Properti Tari Saman - Kita semua pasti sepakat, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, terlebih dalam bidang Kesenian Tarian, tidak terkecuali dengan Tari Saman asal Aceh.

Dan saya pribadi juga sangat yakin, bahwa kamu yang sedang membaca tulisan ini, pasti mengetahui atau setidaknya pernah mendengar Tari Saman, dimana eksistensinya sudah tidak diragukan lagi, dan merupakan salah satu Tari Tradisional Aceh yang paling populer.

Namun pada artikel ini, saya tidak akan menjabarkan mengenai sejarah ataupun penjelasan mendalam mengenai tarian ini, namun lebih kepada uraian mengenai Properti pada Tari Saman dan penjelasannya, tata busana hingga penataan panggung dan pola lantai Tari Saman.

Properti Tari Saman – Ada atau Tidak?


Sebelum masuk pada pembahasan ini yakni mengenai Perlengkapan Tari Saman, baiknya ketahui terlebih dahulu tentang biodata singkatnya di bawah ini, mulai dari daerah asal dan siapa penciptanya.

Tari Saman berasal dari Provinsi Aceh, tepatnya di daerah Dataran Tinggi Gayo, sebuah Suku / Etnis yang terkenal dengan adat dan budayanya. Pada awal kemunculannya, Tari Saman ditampilkan dalam berbagai acara adat, sedangkan bahasa yang digunakan dalam iringannya adalah Bahasa Gayo asli.

Selain itu menurut Situs Senipedia, Makna Tari Saman juga sangat erat kaitannya dengan pesan-pesan keagamaan yang mendalam, dijadikan juga sebagai media dakwah dalam menyebarkan agama Islam. Di sisi lain, tarian ini pun tidak ketinggalan dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pencipta Tari Saman adalah Syekh Saman, diperkirakan pada abad ke-14, beliau merupakan salah satu ulama besar asal Gayo, Aceh. Prestasi Tari Saman memang sudah mendunia, bukti mencolok yakni ditetapkan sebagai “Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia” oleh UNESCO.

Untuk Jumlah Penari dalam Tari Saman sendiri, telah muncul beberapa spekulasi yang berbeda. Namun jika dilihat pada era modern sekarang, jumlahnya belasan bahkan sampai puluhan. Yang pasti, harus hitungan ganjil, baik dibawakan oleh pria maupun wanita.

Jika dilihat dari susunan gerakannya, tarian ini sepintas sangat mirip dengan Tari Ratoh Jaroe, sebuah Tarian yang juga masih berasal dari Aceh, dimana diiringi dengan lagu pengiring yang fenomenal berjudul Bungong Jeumpa.

Sampai di sini saya rasa kamu sudah mulai mengenal Tari Saman secara singkat. Nah, kita masuk ke tema pambahasan yakni mengenai Properti Tari Saman dan penjelasan serta beberapa gambarnya di bawah ini.

Properti pada Tari Saman dan Penjelasan

properti tari saman
Seperti yang sering kita lihat, hampir seluruh tari tradisional di Indonesia memiliki beberapa properti penting, baik yang sudah ada sejak awal kemunculannya, maupun hasil pembaharuan para seniman. Namun keberadaannya tetap memiliki fungsi masing-masing.

Namun perlu diingat pula, yang dinamakan properti tari tidak sama dengan lainnya. Perlengkapan lain seperti tata busana dan alat musik pengiring tentu berbeda dengan istilah properti yang dipakai.

Sejauh ini, tidak sedikit informasi di internet yang saya temukan mengenai properti tari Tradisional Saman asal Aceh. Dimana mereka menggabungan keseluruhan menjadi “Properti”, padahal penempatannya sangatlah berbeda.

Nah, sayang seribu sayang, artikel-artikel yang mengulasnya sangat diragukan kebenarannya. Mereka pemilik blog / website / yang mengulas artikel tersebut belum terlalu memahami apa yang dimaksud “Properti” dalam sebuah tarian.

Saya juga telah menonton sekian banyak Video Tari Saman via Youtube, dan saya hanya menemukan 1 properti dalam tarian tersebut, yakni seuntai tali yang dipegang para penari, yang panjangnya menguntai dari sisi kiri ke kanan, lalu di bagian akhir akan membentuk sebuah pukat.

Itupun sebenarnya bukan properti yang ada pada tari saman, namun merupakan kombinasi dengan Tari Tarek Pukat, yang juga populer dan berasal dari Aceh.

Jadi, sejauh pemantauan saya selama ini, Properti pada Tari Saman hanya itu saja, yakni seuntai Tali. Jadi, kamu jangan salah paham dan salah pemaknaan mengenai properti, oke?

Namun bila ingin tahu selengkapnya mengenai Perlengkapan Tari Saman, mulai dari tata busana hingga alat musik dan lagu pengiringnya, simak uraiannya di bawah ini.

Tata Busana Tari Saman

ciri khas tari saman
Setelah mengetahui ulasan singkat mengenai Properti dalam Tari Saman di atas, berikutnya kita ke tata busana yang dikenakan. Pada umumnya, Busana yang digunakan dalam tari saman dibagi menjadi 3, antara lain adalah Bulung Teleng (kepala), Baju Kerawang (badan) dan Topeng Gelang (Tangan) :
  1. Kepala : disebut juga sebagai Tengkuluk kain kotak hitam dasar. Dua aspek disulam dengan benang seperti baju, mengedit kepies.
  2. Badan : Pada pakaian yang digunakan umumnya ialah Baju Adat Aceh. Kerawang (black dress dasar, benang bordir putih, hijau dan merah, dengan pinggang bordir bagian kedawek dan kekait’re gaun pendek).
  3. Tangan : ada Topeng Gelang dan sapu tangan.

Gerakan Tari Saman


Berbanding terbalik dengan Properti Tari Saman yang sangat simpel, gerakannya adalah salah satu tari tradisional dengan gerakan tercepat di Nusantara. Saya memang tidak akan menampilkan videonya disini, namun kamu bisa menontonnya via YouTube.

Tari Saman tersohor dengan gerakan tepuk tangan, lantai, dada dan tepuk pundak. Semua dilakukan dengan gerakan cepat, lantang, sangat lincah dan dinamis, seiring pula dengan iringan lagu yang dimainkan.

Tari Saman diperankan secara duduk dengan kaki melipat ke belakang, ibaratkan gerakan Shalat ketika “Duduk diantara dua sujud”. Gerakan pada Tari Saman memang sangat didominasi oleh gerakan tangan. Beberapa bagiannya diantaranya adalah :
  • Tepukan kedua belah tangan. Ini biasanya bertempo sedang sampai cepat
  • Pukulan kedua telapak tangan ke dada. Biasanya bertempo cepat
  • Tepukan sebelah telapak tangan ke dada.Umunya bertempo sedang
  • Gesekan ibu jari dengan jari tengah tangan (kertip). Umunya bertempo sedang.
Tahukah kamu, Tari Saman merupakan salah satu tarian yang tidak menggunakan alat musik. Sehingga, seluruh gerakan tepukan menjadi pencipta musik sekaligus penyeimbang dalam tarian ini sendiri. Unik sekali, bukan?

Lagu Pengiring Tari Saman

Meski Tarian ini tidak disertai alat musik, bukan berarti tidak memiliki lagu. Beberapa lagu pengiring dalam tari Saman umumnya terdapat 5 lagu, antara lain adalah :
  1. Rengum, Auman yang diawali oleh pengangkat.
  2. Dering, Regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
  3. Redet, Lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
  4. Syek, Lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
  5. Saur, Lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
Untuk soal Pola Lantai dalam suatu tarian, umumnya dibagi menjadi 4 jenis, diantaranya adalah : Pola lantai Garis Lurus Vertikal, Horizontal, Diagonal dan Melengkung.

Nah, untuk Pola Lantai Tari Saman adalah Pola Horizontal dengan gaya lurus sejajar ke samping, membentuk sebuah syaf layaknya orang yang sedang shalat.

Namun dalam pementasannya di era modern ini, Tari Saman juga tidak jarang dimainkan secara massal, sehingga akan sampai beberapa baris ke belakang.


Penutup

Demikianlah, informasi mengenai Properti tari Saman asal Aceh dari Senipedia. Semoga dengan adanya informasi ini, pandangan kamu mengenai properti pada tari Saman bisa lebih valid dan jelas. Terima kasih.
masihterjaga.id